mjlyupplove
- Reads 1,190
- Votes 128
- Parts 22
Pengkhianatan dan rasa sakit yang terus-menerus itu perlahan-lahan meremukkan hati dan kesehatan James. Ia sakit hati, patah hati, dan menderita sendirian, namun sifatnya yang tegar membuatnya tetap bertahan, tetap menerima segala luka itu dengan sabar, berharap suaminya akan berubah suatu hari nanti. Ia bertahan hingga napas terakhirnya, hingga maut memisahkan mereka. Dan tepat sebelum nyawanya melayang, di tengah rasa sakit yang menyiksa itu, satu harapan besar terucap dari hati James: "Jika ada kehidupan lagi, jika kita bisa bertemu kembali... biarkan aku bertemu denganmu lagi, di waktu yang lebih muda, di saat kita belum terikat janji suci. Mungkin saat itu kau akan mengerti nilai diriku." James meninggal dunia membawa cinta yang belum hilang, namun juga membawa luka yang tak terobati, meninggalkan Martin yang saat itu masih tidak sadar betapa berharganya apa yang telah ia musnahkan.