ziuzizan_88
Pada masa kejayaan Dinasti Liang, sebuah kekaisaran yang dikenal karena kemewahan sekaligus kekejamannya, hiduplah seorang legenda militer bernama Lin Xiao. Berbeda dengan panglima perang pada umumnya yang bertubuh raksasa, Lin Xiao memiliki fisik yang sangat ramping, halus, dan elegan-sebuah keindahan maskulin yang sering menipu lawan-lawannya. Ia adalah pemegang gelar "Pedang Angin dari Utara", ahli kungfu yang mampu menari di atas ujung rumput dan menebas musuh sebelum mereka sempat berkedip.
Kaisar Zhou Guang memiliki seorang adik kandung, Pangeran Zhou Long, seorang pria sosiopat yang dikenal sebagai pecinta sesama jenis dengan obsesi yang menyimpang terhadap kecantikan pria-pria terhormat. Bagi Zhou Long, menangkap Lin Xiao hidup-hidup adalah kemenangan yang lebih besar daripada menaklukkan sebuah kota.
Pangeran Zhou Long membawa Lin Xiao ke ibu kota Dinasti Zhou dan mengurungnya di sebuah penjara emas yang disebut Paviliun Teratai Hitam. Di sana, Lin Xiao mengalami pengkhianatan terakhir terhadap tubuhnya. Atas perintah Zhou Long, tabib istana menusukkan jarum perak beracun ke titik Dantian Lin Xiao, memusnahkan seluruh tenaga dalam (Qi) dan kemampuan kungfunya selamanya.
Proses feminisasi paksa dimulai secara sistematis di bawah pengawasan ketat sang Pangeran. Lin Xiao dipaksa meminum ramuan rahasia Dinasti Zhou yang menghaluskan kulitnya hingga selicin porselen, meluruhkan bulu-bulu di wajah dan tubuhnya, serta memicu pertumbuhan jaringan di bagian dada hingga menonjol dan sensitif. Identitas sang panglima perang dihapus paksa; ia dipaksa mengenakan Hanfu wanita dari sutra transparan, memakai bh kain tradisional (Dudou), serta riasan wajah tebal yang sangat feminim.
Setiap malam, Pangeran Zhou Long menjadikan Lin Xiao sebagai "istri" pribadinya. Melalui adegan sodomi yang brutal, dominasi mutlak, dan manipulasi mental yang kejam, Lin Xiao dipaksa untuk melepaskan sisa-sisa harga dirinya.