Idhoaprzl
- Reads 111
- Votes 23
- Parts 18
Di tengah bayang-bayang kelam abad pertengahan yang dipenuhi perang, pengkhianatan, dan kekejaman, hiduplah Arthur-seorang penulis muda yang Berbekal keyakinan sederhana namun teguh. ia mengembara dari desa ke kota, dari kerajaan yang damai hingga wilayah yang dilanda konflik, demi satu tujuan: menulis sebuah buku yang bisa mengubah dunia.
Arthur percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia adalah baik. Baginya, kejahatan bukanlah sifat asli, melainkan jalan yang tersesat. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk selalu membantu siapa pun yang ia temui-para petani yang kelaparan, prajurit yang terluka, hingga orang-orang asing dengan masa lalu kelam. Setiap pertemuan, setiap kisah dia membantu orang orang, ia tuangkan ke dalam tulisannya dengan harapan suatu hari bukunya dapat mengubah dunia, menginspirasi orang-orang untuk berbuat kebaikan sama seperti nya.
Namun perjalanan Arthur tidaklah mudah. Di dunia yang keras, kebaikan sering dianggap kelemahan. Ia berulang kali dimanfaatkan, dikhianati oleh mereka yang justru ia tolong, bahkan hampir kehilangan nyawanya karena kepercayaannya yang terlalu besar. Luka-luka itu perlahan menggoyahkan keyakinannya. Ia mulai bertanya: apakah benar semua orang pada dasarnya baik, ataukah ia hanya menipu dirinya sendiri?
Di antara tinta dan penderitaan, Arthur dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya-tetap memegang teguh keyakinannya, atau mengubah cara pandangnya terhadap dunia yang tak seindah harapannya. Perjalanannya bukan lagi sekadar tentang menulis buku, tetapi tentang menemukan makna sejati dari kebaikan di dunia yang penuh kegelapan.
Dan dari pergulatan batin itulah, lahir sebuah kisah yang bukan hanya mencatat perjalanan seorang penulis, tetapi juga pertarungan antara keyakinan dan kenyataan.