chew_yjelly
"Katanya cinta datang tanpa permisi. Tapi kalau yang datang malah anak tetangga bermulut ceplas-ceplos, gimana?"
Dewa, mahasiswa nolep yang hidupnya cuma berputar antara kampus, kamar kos Petra, dan anime favoritnya. Keluar rumah hanya kalau benar-benar ada urusan. Selebihnya? Dunia luar bukan tempat yang menarik baginya.
Sampai suatu hari, rumah sebelah kedatangan penghuni baru.
Namanya Tama. Anak SMA kelas 12 yang dikenal sebagai ketua OSIS sekaligus kapten tim basket. Tinggi, cerewet, ceplas-ceplos, dan sama sekali tidak punya tombol "filter" saat berbicara.
Pertemuan pertama mereka memang biasa saja. Namun entah sejak kapan, Dewa mulai sering mencari alasan untuk keluar rumah. Bukan karena bosan, melainkan berharap bisa melihat sosok Tama, meski setiap kali bertemu yang ia dapat hanyalah tatapan jutek dan komentar pedas.
"Ngapain, Kak? Jangan bilang lagi nyari aku."
"..."
Bagi Tama, kakak tetangga yang pendiam, senyum-senyum sendiri, dan tingginya kelewat itu benar-benar aneh. Sedangkan bagi Dewa, Tama adalah satu-satunya alasan yang berhasil membuat seorang nolep rela meninggalkan zona nyamannya.
Dari hubungan kakak-adik tetangga yang dipenuhi saling ejek dan adu mulut, akankah tumbuh perasaan yang tak pernah mereka duga sebelumnya?