konflik rumah tangga
4 stories
EXIT PLAN by HaiHaiMila
HaiHaiMila
  • WpView
    Reads 1,297,319
  • WpVote
    Votes 99,882
  • WpPart
    Parts 59
The Next Level of Match-Making and Wedding Life. "Tristan? Tampan dan posesif padaku? Ya, itu semua pasti terjadi. DALAM MIMPI!"
FEEL BLUE✓ by Stawrbey_ie
Stawrbey_ie
  • WpView
    Reads 4,756,255
  • WpVote
    Votes 235,478
  • WpPart
    Parts 51
Dia itu seperti air, aku tidak bisa tanpanya, tapi juga bisa mati karenanya.
Aphiemi ( EDITED) by gracetioso
gracetioso
  • WpView
    Reads 3,880,267
  • WpVote
    Votes 356,787
  • WpPart
    Parts 58
Hi, aku Silka Loekito, employee no 27 from start up company Mother& Me. Aku direkrut langsung oleh Mbak Mel, employee no 2. Aku juga single mom dengan satu anak, Max Putra Loekito. Hidupku sebagai budak eh karyawan korporat biasa-biasa saja. Hingga kemunculan Jason Handojo di M&M HQ (Ya, maklum anak startup, banyak singkatan di sana sini). Yang membuatku pusing bukan karena Jason Handojo ganteng. Namun karena ada masa lalu yang belum selesai di antara kita. *** "Aku enggak mau membesarkan Max dengan dendam, Jason. Sudah terlalu banyak kehilangan karena ini," ucapku pelan. "Orangtuaku kehilangan Ko Willy. Keluargamu kehilangan kamu." "And you lost me," sambung Jason datar. Aku berhenti sejenak. Suara tawa kecil lolos dari bibirku. "I never lost you. Kehilangan itu untuk benda atau seseorang pernah menjadi milikku. You were never mine." "You're once mine, Silka Handojo." "On paper, Jason. Di atas kertas." *** Keluar setiap Jumat (kalo sempet)
Aksara Senada by ndaquilla
ndaquilla
  • WpView
    Reads 3,638,776
  • WpVote
    Votes 328,626
  • WpPart
    Parts 45
Mereka pernah bersama. Membangun rumah tangga berdua, sebelum kemudian berempat dengan anak-anaknya. Bahagia, sudah pasti di depan mata. Namun ternyata, segalanya tak mudah. Perceraian menjalani jalan tengah, yang diambil tuk meredakan masalah. Jangan tanyakan mengapa, sebab Aksa hanyalah anak muda yang putus asa. Sementara istrinya pun, tak berkata apa-apa. Nada menerimanya begitu saja. Bertahun-tahun berlalu. Entah kenapa, benang merah itu enggan menjauh.