mylove23222
- Reads 84,699
- Votes 6,188
- Parts 37
Ren tidak pernah meminta banyak hal dalam hidupnya. Jadi, saat dia mendadak transmigrasi masuk ke dalam novel dark-romance yang penuh darah dan intrik mafia, Ren langsung menetapkan satu tujuan hidup: Jadi figuran teladan yang tidak kasat mata.
Strateginya sederhana. Cukup jadi karakter latar belakang yang hobi tidur, lewat sekilas saat konflik terjadi, dan sebisa mungkin menjauh dari lingkaran para karakter utama. Terutama dari Leon Moretti-sang Male Lead sekaligus bos mafia kejam yang terkenal dingin, manipulatif, dan punya kecenderungan posesif yang gila.
Sayangnya, takdir punya selera humor yang buruk.
Niat Ren untuk hidup damai hancur berantakan saat dia tidak sengaja menggagalkan rencana pembunuhan Leon hanya karena ingin menyelamatkan camilan malamnya. Sejak malam itu, tatapan mata elang Leon yang biasanya sedingin es, mendadak selalu tertuju pada Ren.
Ke mana pun Ren pergi untuk bersembunyi, Leon selalu ada di sana.
"Aku sudah bilang, aku cuma karakter figuran yang lewat! Kenapa kamu malah mengejarku?!" protes Ren panik suatu hari, saat tubuhnya sudah terpojok di dinding.
Leon hanya tersenyum tipis-sebuah senyuman langka yang berbahaya namun sangat menawan. Dia mengikis jarak, menunduk perlahan hingga napas hangatnya terasa di telinga Ren, lalu berbisik, "Sayangnya, di duniaku... kamu bukan lagi figuran, Ren. Kamu karakter utamanya. Dan aku tidak pernah melepaskan apa yang sudah jadi milikku."
Sanggupkah Ren mempertahankan status "figurannya" saat sang penguasa kegelapan justru siap menyerahkan seluruh dunianya demi mendapatkan hatinya?