nadindrafts_
- Reads 3,594
- Votes 534
- Parts 14
Cerita ini ditulis dengan terinspirasi dari film Korea Selatan, Hope (2013), serta terinspirasi dari berbagai realitas kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di dunia nyata.
Lewat cerita Sakha dan Kenan, saya ingin menyuarakan sebuah fakta pahit yang sering kali diabaikan oleh masyarakat: bahwa korban pelecehan seksual tidak hanya perempuan, melainkan laki-laki juga. Laki-laki juga bisa berada di posisi yang sangat rentan, bisa mengalami trauma hebat yang menghancurkan masa depan, dan berhak mendapatkan ruang untuk disembuhkan tanpa harus dihakimi atau dianggap lemah oleh stigma sosial.
Ada perbedaan dampak psikologis yang sangat mendalam ketika seorang laki-laki menjadi korban. Jika korban perempuan sering kali mengembangkan rasa trauma dan takut terhadap laki-laki, maka korban laki-laki menghadapi badai emosi yang jauh lebih menjebak: Ketakutan pada sesama laki-laki dan rasa malu yang luar biasa pada perempuan.