TaraDreamer
Ini tentang, kehidupan sehari-hari yang ngawur bin asbun, dari seorang anak SD kelas enam, namanya AURORANI ANDINI.
Bersama geng rumah dan sekolahnya, Aurora menjalani hari-harinya yang selalu cerah. Saking cerahnya, dia sampai harus pakai kacamata hitam-bukan karena silau matahari, tapi karena saking silaunya melihat kekonyolan dunia yang makin diluar nalar.
Selalu ada saja hal-hal absurd yang terjadi setiap saat. Entah itu dari kelakuan ajaib saudaranya, teman sekelasnya yang hobi cari masalah, atau bahkan...
Gangguan dari "tamu-tamu" masa lalu yang tiba-tiba suka muncul buat curhat, atau jadi guru privatnya Aurora.
(Enak kali cuk)
Siapkan mental, karena di sini batas antara candaan lucu dan candaan "pinggir jurang" itu setipis tisu kena air.
"Karena hidup ini terlalu singkat, untuk dijalani tanpa menjadi asbun. Ngerti?"
- Aurorani Andini.
.
.
.
Pita kuning yang terlepas, dibawa oleh angin. Hanyalah pertanda bahwa sesuatu didalam tubuhnya "dapat bernapas" lebih kencang bagi Aurora.
Sesuatu yang hidup namun gaib. Berwujud namun tak berbadan. Hanya memiliki satu warna, namun menyimpan ribuan rahasia dari pendahulunya. Ia tidak berbahaya bagi Aurora, tapi ia adalah "mangsa" yang sedang diincar.
Saat Aurora sibuk menertawakan dunia, para tamu masa lalu yang tak kasat mata, justru mulai gemetar. Karena di balik bayang-bayang, ada mata yang mengawasi, menunggu kelengahannya Aurora.
Awalnya, Aurora tak merasakan apa-apa selain keseharian yang absurd. Namun seiring langkah kakinya yang makin menjauh dari masa kecil, ia mulai menyadari satu hal:
Terdapat mata yang selalu berada disekitarnya. Selalu sama. Tidak diubah oleh waktu.
Apakah itu? Dan mampukah Aurora menyadarinya sebelum 'mata' itu bergerak, ...
Saat dia masih menertawakan dunia?"