obses
2 stories
LEGOLAS  by Itsawerose
Itsawerose
  • WpView
    Reads 425,683
  • WpVote
    Votes 15,488
  • WpPart
    Parts 61
"Kamu pikir setelah berhasil menarikku kedalam hidupmu dengan menunjukkan banyak cinta dan perhatian, aku akan membiarkanmu pergi begitu saja heh?" Tatapan Legolas menghunus menatap netra Clarissa yang kini tampak memperhatikannya tanpa kata. "Mr. Leg-" "OLAS! You used to call me olas! Don't test my patience Clarissa Tamara. " Ucap Legolas memotong ucapan Clarissa dengan wajah tak bersahabatnya. "Jika cintamu sudah habis, aku akan mengejarmu. Bahkan bila perlu, aku akan mengurungmu selamanya denganku." -LEGOLAS . . .
MATHEO KAI by jagadkelabu
jagadkelabu
  • WpView
    Reads 1,351,514
  • WpVote
    Votes 12,233
  • WpPart
    Parts 78
Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang pria muda yang memiliki segalanya menggunakan kecerdasannya yang jahat untuk memastikan bahwa satu-satunya jalan hidup seorang gadis hanyalah menuju ke arahnya. "Turunin pelan-pelan, gue bantu lo," bisik Kai serak, suaranya terdengar seperti perintah namun ada nada haus yang tak bisa disembunyikan. "Nghhh... K-Kak Matheo... hiks... nggak muat..." rintih Anin saat merasakan ujung panas dan keras milik Kai mulai mendesak masuk ke lubang belakangnya yang masih sangat mentah. "Terus, Nin. Pelan-pelan," gumam Kai, napasnya memburu panas di depan bibir Anin. Otot leher Kai menonjol sempurna, menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak langsung menyentak panggulnya ke atas. "Dikit lagi... pinter, Sayang." "Sakit... Kak Matheo, sakit banget... hiks..." "Sshhh, jepit gue, Nin. Lawan rasa sakitnya," geram Kai, meskipun ia sendiri sedang tersiksa karena jepitan Anin yang luar biasa mencekik miliknya di bawah sana. "Nghhh... Kak... Kak Matheo... ahhh!" Anin mendesah kencang, suaranya pecah memenuhi ruangan. "Sakit, Kak... shhh, perih... tapi... ahhh!" Plak! "Nghhh... Kak..." Kai menyeringai gelap saat melihat cairan bening kembali membasahi area sensitif Anin akibat rangsangan yang mendadak itu. "Baru gue tampar memek lo bocor lagi?" Tangan Anin bergerak liar; satu tangan turun mengusap air liurnya sendiri yang membasahi putingnya lalu meremasnya dengan kuat, sementara tangan satunya lagi turun mengusap klitorisnya sendiri yang sedang beradu dengan pangkal paha Kai. "Nghhh... ahhh... Kak Kai... liat..." rintih Anin, suaranya parau dan penuh gairah. "Memek Anin gatel, Kak... ahhh! Memek Anin haus banget sama penis Kakak... m-masukkin lebih dalam lagi... ah!"