dearlunara
- Reads 1,178
- Votes 336
- Parts 34
"𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘳𝘴𝘪𝘵𝘦𝘬𝘵𝘶𝘳, 𝘨𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘭𝘦𝘭 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪 𝘛𝘰𝘳𝘰𝘯𝘵𝘰, 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘯𝘨𝘬𝘰𝘬𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢."
Justin Nathaniel hidup dalam dunia yang presisi-penuh skala, sudut sembilan puluh derajat, dan logika yang kaku. Tiga tahun lalu, ia membiarkan pintu gerbang di Jakarta tertutup rapat, membiarkan Evie Anneliese pergi membawa seluruh warna, dan menyisakan "karat" penyesalan yang ia simpan rapat-rapat.
Kini, di tengah badai salju Toronto yang membeku, garis-garis itu kembali bersilangan.
Evie bukan lagi gadis yang ia kenal. Ia adalah bias cahaya di atas kanvas, jiwa yang liar, dan pelukis yang belajar bertahan hidup dalam kedinginan. Saat struktur kaku Justin bertemu dengan ledakan emosi Evie, satu rahasia mulai terkuak: bahwa fondasi yang paling kokoh sekalipun bisa retak jika dibangun di atas diam.
𝘚𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘬𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬, 𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘴𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘳𝘢𝘱𝘶𝘩.
# - toronto [04 April 2026]