MuhamadZuhrilHaq
"Kalau gue nggak bisa dapetin perhatian Ayah dan Bunda, tapi gue harus tetap bisa membahagiakan orang lain."
-Zavan Alandra-
Kalau remaja seusianya sibuk mengejar eksistensi dan kesenangan dunia, Zavan Alandra hanya memiliki satu ambisi sederhana namun terasa mustahil: "Mau Ayah sama Bunda pulang bersatu kembali, duduk di meja makan yang sama, dan memeluk Avan lagi. Avan sangat merindukan itu"
Demi mewujudkan impian itu, Zavan melipatgandakan lelahnya. Ia belajar melampaui batas, memborong medali olimpiade, agar mendapatkan perhatian dari orang tuanya kembali. Di samping itu, ada teman-temannya yang selalu mendukung, mereka tergabung dalam suatu komunitas bernama Care Community, dan seorang cewek cantik tunarungu yang mengungkapkan kata-kata lewat tulisan, yaitu Azalia.
Namun, bayang-bayang masa lalu kembali menghantui. Gevin Alexandro, sosok yang pernah menghancurkan mentalnya di masa SMP, muncul kembali untuk meruntuhkan pertahanan Zavan. Ambisi ingin mendapatkan perhatian lebih dari pihak sekolah, karena dia lebih senior daripada Zavan dan telah membawa banyak penghargaan buat sekolah.
Ditambah dengan kehadiran Maikel, rival akademik yang ambisius, yang siap melakukan apa pun untuk menggeser posisi Zavan dari puncak. dan membuat masalah dalam hidup Zavan semakin rumit dan karena ambisinya itu Zavan divonis kanker otak stadium akhir.
Akankah Zavan mampu menyatukan kembali kepingan keluarganya yang telah hancur sebelum waktunya habis?
Atau, akankah sang pilar itu benar-benar runtuh dan menyisakan duka mendalam bagi mereka yang mencintainya?