reza11113
Novel ini merupakan perpaduan antara kenyataan dan imajinasi-10% diambil dari kisah nyata, sementara 90% lainnya adalah fiksi yang dirangkai untuk memperkuat makna di balik cerita.
Apakah yang kulakukan saat ini adalah penghujatan terhadap Tuhan.
Ini adalah kisah tentang seseorang yang terlahir dalam keadaan yang tidak ia pilih-terjebak dalam kondisi alami sejak awal kehidupannya. Sebuah keadaan yang seharusnya menjadi bagian dari dirinya, namun justru tidak pernah benar-benar diterima atau difasilitasi oleh dunia di sekitarnya.
Di tengah keterbatasan itu, ia belajar memahami dirinya sendiri, menghadapi penilaian, dan mencari tempat di dunia yang sering kali terasa asing. Perjalanan ini bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang menemukan makna, menerima diri, dan perlahan membentuk jalan hidupnya sendiri-meski harus melawan arus yang tak selalu berpihak.
Di antara penolakan, kesepian, dan pencarian jati diri, ia berjuang untuk menemukan satu hal sederhana: tempat di mana dirinya bisa diterima.
Ia tidak pernah meminta untuk terlahir seperti ini.
Namun dunia juga tidak pernah benar-benar memberinya ruang.
Di balik senyum yang dipaksakan, tersembunyi cerita tentang penerimaan, luka yang tak terlihat, dan keberanian untuk tetap berdiri saat segalanya terasa tidak adil.
Sebuah kisah yang mengaburkan batas antara nyata dan fiksi-tentang menjadi berbeda, dan belajar mencintai diri sendiri di tengah dunia yang sulit memahami.
Terinspirasi dari kisah nyata, cerita ini akan membawa pembaca menyelami luka, harapan, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri-meski dunia berkata sebaliknya.