nyesek
3 stories
Kafka by Ath_lau
Ath_lau
  • WpView
    Reads 165,901
  • WpVote
    Votes 16,374
  • WpPart
    Parts 21
"Ini adalah Kafka. Dia adalah anak angkatku. Meskipun dia tak bisa berbicara sepenuhnya, dia masih bisa mengucapkan huruf vokal. Dan terkadang dia sedikit ceroboh karena penglihatannya yang terbatas. Saya harap kalian bisa akrab dan menerimanya" Wanita itu memperkenalkan anak laki-laki disampingnya kepada para lelaki yang berbeda usia di depannya. Anak yang bernama Kafka itu sedikit takut dengan keluarga barunya. Ia tak bisa melupakan cerita yang selalu terngiang-ngiang dikepalanya bahwa ia akan mati ditangan si bungsu Limberg. Jadi sebisa mungkin ia akan bertindak baik dan tidak terlalu berinteraksi dengan si bungsu. Apakah Kafka mampu menanganinya? Cr pict : Pinterest
After the Fall by Christianita_Karame
Christianita_Karame
  • WpView
    Reads 346,566
  • WpVote
    Votes 28,440
  • WpPart
    Parts 34
Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-
HE WAITED by elationtoys
elationtoys
  • WpView
    Reads 76,529
  • WpVote
    Votes 6,424
  • WpPart
    Parts 21
Kio bukan anak yang berisik. Ia tidak berteriak. Tidak meminta diselamatkan. Ia menunggu. Menunggu seseorang menyadari diamnya yang makin panjang. Menunggu ada yang berhenti sejenak di depan pintu kamarnya. Menunggu ada yang benar-benar mendengar hal-hal yang tak pernah sanggup ia ucapkan. Di rumah, cinta itu ada-namun datang terlambat. Di sekolah, namanya masih disebut-sampai akhirnya dilewati. Dan di dunia yang terus berjalan, Kio belajar bertahan sendirian. Ini adalah kisah tentang kakak-kakak yang mengira waktu masih panjang. Orang tua yang mencintai, tapi terlalu lambat mendengar. Dan seorang anak yang terlalu lama kuat, sampai tubuhnya sendiri berhenti meminta ia bertahan. He Waited bukan cerita tentang menyerah. Ini cerita tentang menunggu terlalu lama- dan tentang cinta yang akhirnya datang, saat semuanya sudah terlambat.