akangberbi
- Reads 223
- Votes 65
- Parts 26
Tiket pulang kampung sudah di tangan. Koper-koper sudah dikemas rapi. Bagi Aruna, perjalanan laut malam ini seharusnya menjadi momen manis untuk menebus waktu yang hilang bersama Ayah, Ibu, dan adik semata wayangnya, Dito.
Mereka tertawa, berbagi cerita, dan merencanakan masa depan di atas geladak kapal KM Nusantara yang gagah.
Namun, Laut Jawa punya rencana lain.
Pukul 01.30 dini hari, lampu kapal padam. Tawa berganti jeritan. Dan dalam hitungan detik, pegangan tangan yang paling erat pun bisa terlepas oleh hantaman ombak.
Ketika laut mengambil alih kendali, Aruna harus menghadapi pertanyaan terbesar dalam hidupnya:
Di antara ribuan buih dan doa yang dipanjatkan, siapakah yang akan diizinkan pulang?
; 27.01.26