Acak-acakan
Tempat kita datang, tempat kita pulang.
Tembok kelas sebelah menjulang, menjadi saksi antara rasa dan kepercayaan. Eren berusaha meyakinkan gadis yang disukainya.
Tak ingin mengulang masa lalu yang kelam.
" Aku.. Tidak membencimu, Tapi aku mencintaimu... Mikasa "