writtenbyebi
Selama tujuh belas tahun, Juhoon hidup sebagai bayang-bayang sang Kakak. Ia dibesarkan dengan doktrin bahwa diam adalah kebajikan dan melawan artinya berdosa besar. Ketika keluarganya menukarnya dengan sang kakak kembar dan mengirimnya ke rumah keluarga Edward, rahasia itu terbongkar hanya dalam satu hari.
Martin Edward langsung tahu, anak ini bukan Kim Juhoon yang seharusnya datang. Namun alih-alih memulangkannya, Martin membuat sebuah kesepakatan.
Mulai sekarang, Juhoon harus hidup sebagai orang lain. Sebagai Kim Juhoon, sang Arogan. Jika ia gagal memainkan peran itu maka ia akan binasa, dihancurkan tangan-tangan yang seharusnya melindunginya.