on going
3 stories
The Coffee After Morning by madamekaii
madamekaii
  • WpView
    Reads 9,717,577
  • WpVote
    Votes 741,729
  • WpPart
    Parts 71
Bagi Mika, Aksara adalah dompet berjalan. Sementara bagi Aksara, Mika adalah kekacauan. Mulanya pernikahan mereka hanya sederhana, tanpa cinta, tanpa janji manis, hanya kesepakatan di atas kertas. Aksara yang terlalu logis untuk memercayai perasaan. Sementara Mika yang terlalu manja untuk benar-benar peduli pada cinta. Sampai segalanya mulai bertabrakan. Surat kontrak yang rasanya ingin Mika musnahkan, juga perasaan tak masuk akal yang coba Aksara sangkal. Mika mencoba percaya bahwa kehilangan Aksara adalah kehilangan harta karunnya. Sementara Aksara, mencoba sekerasnya tidak menghendaki Mika masuk lebih dalam ke dalam hidupnya.
Fallen Heart by pichidichi
pichidichi
  • WpView
    Reads 297,772
  • WpVote
    Votes 41,871
  • WpPart
    Parts 69
Ketika perusahaan keluarganya bangkrut 14 tahun yang lalu, Gaudi belajar satu hal: untuk bertahan hidup, ia harus berdiri di atas kakinya sendiri. Ia membangun kembali hidupnya dari nol, bekerja tanpa henti dengan sekuat tenaga hingga akhirnya mencapai posisinya sekarang dan menjadi Vice President of Business Development di Denta Property, sebuah perusahaan properti yang bergerak di bidang perhotelan. Sayangnya, Denta juga hampir bangkrut hingga,diselamatkan oleh Latif, perusahaan pengembang terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Bagi kebanyakan orang, akuisisi itu adalah keberuntungan besar karena akan mendatangkan proyek yang lebih prestisius, peluang yang lebih luas, dan masa depan yang lebih menjanjikan. Namun bagi Gaudi, itu berarti harus kembali berhadapan dengan satu-satunya pria yang paling ingin ia hindari-Raga Avindra Latif, rivalnya sejak SMA dan musuh paling menjengkelkan dalam hidupnya. "You always hated losing to me, Gaudi. Get used to it, because now, I'm the one in control."
Speed Dial No. 1 (On Going) by Kaggrenn
Kaggrenn
  • WpView
    Reads 130,715
  • WpVote
    Votes 13,679
  • WpPart
    Parts 28
Kontak siapa yang biasanya orang-orang sematkan untuk panggilan cepat nomor satu mereka? Emergency service? Keluarga? Pasangan? Yang jelas bukan sopir pribadi, kan? ========== Andrea mengalami kejadian tak mengenakkan di Bali, sehingga harus menghentikan gaya hidup nomadennya dan kembali ke Jakarta. Ketika salah seorang sahabat menyarankan untuk mencari sopir part time untuk memudahkan mobilisasi selama masa pemulihan, dia mudah saja mengiyakan. Ehsan hidup bergelimang harta sebagai PNS sultan. Ketika sohib laknatnya (read: Ismail) mengumumkan bahwa ada seorang teman yang membutuhkan sopir part time untuk mengantar jemput ke tempat kerja dan menyebut jika Ehsan adalah kandidat terbaik, karena tempat tinggal serta kantor mereka berdekatan, Ehsan hanya bisa mendengus sebal. Memangnya dia kelihatan melarat apa???