sophia_sunrest
- Reads 754
- Votes 162
- Parts 18
Rafiqah Al-Hakimah adalah seorang gadis yang terlihat sempurna di mata semua orang, tapi menyimpan dunia yang tergores luka di dalam dirinya sendiri.
Di kampus, dia terkenal ramah, sabar dan tak pernah menolak saat dimintai bantuan. Tapi siapa sangka, di balik senyumannya ada luka yang tak pernah usai: persahabatan yang dikhianati, tekanan keluarga, dan kebiasaan memendam semua sendirian.
Dalam diam, dia belajar bertahan.
Dalam sepi, dia menulis supaya tetap waras.
Ini bukan cerita tentang pelaku luka.
Ini adalah perjalanan seorang anak pertama yang berusaha tetap utuh meski berkeping-keping percikan luka.
Apakah selalu menjadi "baik" berarti harus selalu mengorbankan suara hati sendiri?