Seandaru_
- Reads 780
- Votes 120
- Parts 8
"Kau menyebutku pengkhianat, Ndaru. Mungkin benar. Tapi saat republik ini masih muda dan lapar, idealisme tidak pernah memberi makan keluargamu."
Kalimat yang amat sangat menyayat. Malam itu aku tak segera kembali tidur, kalimat itu seolah menuntunku untuk tak lagi memihak salah satu. Apa yang harus aku lakukan?
"Dalam buku sejarah, pahlawan dan pengkhianat dipisahkan oleh satu halaman. Tapi di dalam hidupku, keduanya adalah orang yang sama."