cianyelirw
- Reads 2,308
- Votes 325
- Parts 8
Kegagalaan dan kematian yang terus menjadi sebuah harta paling pahit bagi keturunan Witarma, sebuah kutukan yang terus menghantui. Satu manusia bersalah, seluruh keturunannya terancam. Siapapun yang melanggar, seluruh malapetaka menunggu dihadapan matanya. Mungkin, seluruh anak Witarma pantas untuk menanggung sebuah luka karna masa kelam sang Romo. Namun, bagaimana dengan para jiwa yang lahir tanpa mereka inginkan? Tak pantas bagi mereka menanggung dosa.
Atas segala kutukan yang didapatkan, akan ada suatu aturan agar tetap bisa hidup. 𝙉𝙞𝙠𝙖𝙝𝙚𝙠𝙣𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙙𝙤𝙣 𝙨𝙖𝙬𝙞𝙨é 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙙𝙤𝙣 𝙥𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧𝙚𝙥, 𝙨𝙞𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙡𝙖𝙞𝙧é 𝙥𝙖𝙙𝙝𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙤 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙙𝙤𝙣 𝙥𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧𝙚𝙥 𝙠𝙪𝙬𝙞. Sayangnya, jika sebuah rasa lelah datang, sebuah penolakan kian terucapkan. Jika jiwanya harus terkunci, ia ingin kematian dengan tanpa rasa bersalah. Tanpa disadari, bukan dirinya yang diintai kematian.
"Larasati jatuh hati dengan Mas Pramaja, Romo. Larasati jatuh hati dengan calon Nining."
𝒱𝑒𝒾𝓁 𝑜𝒻 𝒮𝑜𝓊𝓁𝓈 by
𝒞𝒾 𝒜𝓃𝓎𝑒𝓁𝒾𝓇 𝒲.