bbiru8044
- Reads 1,020
- Votes 273
- Parts 58
Dibuat dengan bantuan ChatGPT
Bacaan pribadi
Sebagai wanita karier, dia menolak menjadi biasa-biasa saja. Dari posisi paling rendah, dia membangun semuanya dengan tangannya sendiri-sedikit demi sedikit, hingga namanya berdiri di puncak sebuah perusahaan besar.
Orang-orang sering berkata dia menyia-nyiakan masa muda. Wanita seusianya, kata mereka, seharusnya sudah memiliki suami, anak, bahkan cucu.
Dia tidak pernah benar-benar marah mendengarnya. Paling hanya mengejek pelan dalam hati. Mengapa dia harus malu? Sejak kapan kesuksesan hanya pantas dimiliki laki-laki? Dan siapa yang menetapkan bahwa seorang wanita hanya boleh bermimpi menjadi ibu rumah tangga?
Dia menikmati hidupnya. Kesibukan, rapat, tumpukan pekerjaan, dan malam-malam panjang di kantor sudah menjadi bagian dirinya.
Sampai malam itu tiba. Malam yang seharusnya sama seperti biasanya. Dia tertidur dengan tenang di apartemennya, ditemani cahaya lampu kota dari balik jendela. Namun saat kesadarannya mulai tenggelam, cahaya asing tiba-tiba menelannya.
Hangat.
Menyilaukan.
Dan ketika dia membuka mata kembali. Langit-langit kayu kuno menyambut penglihatannya.
Lalu suara-suara asing memenuhi telinganya. "Anak ini akan menjadi istri Hashirama-sama."
"...Mito Uzumaki."
Dia terdiam.
Nama itu membuat jantungnya berhenti sesaat.
Mito Uzumaki.
Istri pertama Hokage, wanita dari klan Uzumaki, jinchūriki Kyūbi pertama.
Dan sekarang... Itu adalah dirinya.