wonxinterritory
- Reads 1,219
- Votes 173
- Parts 18
Tak pernah ada yang bisa mengetarkan hatinya, apalagi jika hanya lirik murahan yang ditulis penuh kepalsuan. Sekeras apapun dunia menekannya, lelaki itu takkan berdamai dengan musik.
Namun bagaimana bila hatinya bergerak seolah tersihir hanya dari satu penampilan kecil dari atas panggung sana? Ada dorongan yang mendesaknya untuk terus mendekat. Gerakan tangan halus tiap kali ia memainkan melodi itu, membuat Auriga kembali bernapas.
Sayang sekali, itu juga jadi pertunjukan penuh paksaan yang Sega alami. Dirinya sudah memutuskan berhenti, setelah suaranya ikut pergi bersama kekasih hati. Luka itu tak pernah mengering. Persis seperti hari-harinya yang masih setia menceritakan semua di depan nisan bertuliskan nama yang paling dia cintai, Jema.