lynnvmaze
"Di sela rintik hujan dan aroma pahit Americano, sebuah rasa tak terduga lahir."
Bagi Jungwon, hidup adalah barisan kalimat dalam literatur klasik yang tenang dan terukur. Namun, ketika sebuah dompet cokelat terjatuh di depan kakinya, narasi hidupnya yang sunyi mendadak terusik. Jay hadir bukan sekadar sebagai pemilik dompet itu, melainkan sebagai melodi asing yang mulai mengacaukan ritme hari-harinya. Di antara kata-kata yang belum terucap dan nada yang belum sempat dimainkan, keduanya terjebak dalam simfoni perasaan yang mencari muara.
Apakah ini hanya pertemuan singkat di sore yang basah, atau awal dari sebuah rima yang abadi?