fanfics list
3 stories
Ruang Lampau by desirbulan
desirbulan
  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 14
Saat Sayaka Rasha pulang ke rumah lama untuk membagikan undangan pernikahannya, dia menemukan Album foto lama saat dirinya masih remaja. Membuka Album lama ini, Sayaka seperti terlempar ke masa lalu itu, di mana semuanya begitu menyenangkan, masa yang isinya hanya anak-anak remaja yang penuh dengan mimpi. Jika Sayaka menceritakan masa lalunya, maka empat cowok itu ada di sana. Mereka yang mengajari Sayaka tentang persahabatan dan cinta. Namun, Sayaka bingung menceritakan kisah ini berawal dari mana. Tapi, saat melihat senyuman hangat itu, Sayaka langsung tersadar, kalau semua itu berawal dari sana.
Nadir Asmaraloka by desirbulan
desirbulan
  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
Berkenalan dengan Naratama Izzam tidak pernah ada di dalam rencana Harumi Umboh, semuanya terjadi begitu saja hanya karena balas dendam yang akan dia lakukan kepada sang mantan pacar. Bagi Harumi, Naratama adalah sosok yang tidak boleh dia jatuhkan hati. Dan Harumi sadar kalau jika dia jatuh hati, maka semuanya akan sia-sia karena Naratama adalah sosok yang selalu siap untuk pergi. Harumi tahu kalau Naratama selalu siap untuk mematikan rasa, setelah semuanya terasa serius. "𝙊𝙠𝙖𝙮❟ 𝙣𝙤 𝙛𝙚𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜𝙨 𝙖𝙩𝙩𝙖𝙘𝙝𝙚𝙙." Kata Naratama padanya. Namun, masalah jatuh hati, siapa yang bisa prediksi? Harumi sadar, tapi apakah hatinya juga bisa tahan dan berkompromi? Lantas kalau Harumi sudah jatuh hati, apa asmaraloka miliknya yang semu itu juga mencapai titik nadir?
Netra Niskala by desirbulan
desirbulan
  • WpView
    Reads 669
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 22
Di mata Amala Niskala, Bintang adalah orang yang bahkan takut ia minta dalam doa. Amala tidak berani bahkan hanya untuk membayangkan Bintang menjadi miliknya. Untuknya, Bintang adalah seseorang yang keberadaannya hanya pantas dia kagumi dari jauh. Sudah tiga tahun Amala menahan rasa ini, menelan mentah-mentah perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan lantang. Lebih tepatnya, Amala mencintai Bintang diam-diam selama tiga tahun di masa putih abu-abu. Dan Amala pikir perasaannya telah selesai saat mereka lulus SMA, ternyata salah. Hari ini Amala melihat Bintang lagi setelah tiga tahun tidak berjumpa, dengan mata bulat dan sayunya yang begitu syahdu masih sama, dengan suaranya yang masih sama lembutnya menyapa orang yang masuk ke kafe, hingga saat itu mata mereka bertemu. "Oh? Kita satu SMA 'kan?" Dan di sanalah, kisah yang merupakan mimpi baginya telah dimulai.