angst
3 stories
Renzo, Adikku [END] by Septiaxsga
Septiaxsga
  • WpView
    Reads 147,922
  • WpVote
    Votes 8,634
  • WpPart
    Parts 41
Novel masih bisa dipesan kapan saja, cek akun instagram @septiaxsga untuk cara memesannya. ______ Renzo, pemuda autis pemilik senyum manis yang menyukai sinar rembulan malam. Baginya sinar rembulan sangatlah indah, persis seperti wajah ibunda. "RENZO, Lo itu emang gapernah becus dalam kerjaan apapun!" - Darma. Renzo hanya meringkuk takut ketika Kakak keduanya itu tengah memarahinya. "Kalau sampe Ell kenapa-napa karena kamu, habis kamu sama ayah!!" Ucap putra dengan nada marahnya. ___ "Ren, makan." Si sulung, Alfa, terlihat lebih tenang ketika melihat adiknya seperti ketakutan. "Kak Ren! Temenin Ell main, yuk?" ____ Kisah tentang Renzo, remaja pengidap autisme yang menyukai sinar rembulan malam. Ketenangan dan angin sepoi-sepoi yang terasa lebih menenangkan hatinya. Ia sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati cahaya rembulan yang terlihat sangat cantik di langit atas. "Kak Ren, ayok tidur!" _______________ start : 30 Agustus 2025 Finish : 13 Oktober 2025 @septiaxsga
🕊️ Istana Tanpa Cahaya (ongoing) by assayyidahkha
assayyidahkha
  • WpView
    Reads 464
  • WpVote
    Votes 275
  • WpPart
    Parts 10
🕊️ 𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘭𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘔𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯. - 𝘈𝘭𝘪𝘢 𝘢𝘳-𝘙𝘶𝘮𝘢𝘺𝘴𝘩𝘢 Di istana ini, tawa sudah lama mati. Yang tersisa hanya gema langkah dan retakan di hati. Alia hanya ingin pulang. Tapi "rumah" sudah tidak punya cahaya lagi. Rumah ini terlalu besar untuk disebut rumah. Dunia menyebutnya istana, dengan taman rapi, gerbang tinggi, lampu kristal yang menyilaukan, dan nama yang disebut dengan hormat. Namun di dalamnya, tidak ada satu pun sudut yang terasa seperti tempat pulang. Alia lima belas tahun, seharusnya ia sibuk dengan sekolah dan tawa bersama teman-temannya. Tapi sejak Ayah lebih sering di luar kota, rumah itu diserahkan pada amarah Mama. Pada suara yang meninggi, pada mata yang menakutkan, dan pada hari-hari yang habis untuk luka yang membekas. Dan Alia tumbuh lebih cepat. Ia belajar diam sebelum bicara. Belajar menjadi dinding untuk si kembar, Alzam dan Kazzam yang juga tumbuh menjadi anak yang garang. Belajar menjadi rumah bagi si kecil Naifa, yang masih bertanya mengapa rumah mereka tidak pernah terasa menyenangkan. Alia tidak tahu sampai kapan harus menjadi dewasa di rumahnya sendiri. Yang ia tahu, selama ia di sana, ia akan menjaga cahayanya tetap menyala. Agar adik-adiknya ingat, kegelapan bukan satu-satunya penghuni istana ini. Dan semoga, suatu saat nanti ia bisa membawa mereka pergi. Ke tempat yang tidak perlu setinggi istana untuk disebut rumah. Yang cukup ada rasa aman, tawa, dan cahaya. ⚠️Angst, Penuh Emosional⚠️ ❗JANGAN JADI PEMBACA GELAP❗ ‼️DILARANG KERAS PLAGIAT‼️
Sebelum Aku Menjadi Mereka (On Going) by shakahazali
shakahazali
  • WpView
    Reads 1,239
  • WpVote
    Votes 406
  • WpPart
    Parts 21
Rumah itu tidak pernah benar-benar sunyi. Selalu ada kata-kata yang melukai, tangis yang ditahan, dan mimpi yang dipaksa padam sebelum sempat tumbuh. Arkan hanya ingin menulis, menjaga Adel, dan bertahan sedikit lebih lama. Sampai ia menyadari bahwa menjadi anak yang baik tidak berarti harus terus menerima luka. Karena terkadang, satu-satunya cara untuk pulang adalah dengan terlebih dahulu pergi menemukan diri sendiri. 📌 Hei kamu, iya kamu yang lagi baca~ Cerita ini 100% dari hati dan pikiran penulis, jadi jangan asal copas ya! Yuk, hargai karya orisinal ✨ Upload setiap Senin & Jum'at