RayuMalam
"Dunia ini seolah tak pernah mau untuk berbagi cahaya. Bagi diriku , hidup hanyalah tentang bertahan dari satu pukulan ke pukulan berikutnya, demi sekotak susu cokelat untuk adikku, Dovi."
Di saat tubuhku yang lemah ini hampir hancur dan harapanku padam, sebuah layar biru transparan bewarna biru neon muncul membawa tawaran yang tidak masuk akal: [Apakah Anda ingin menerima takdir ini?]
Pilihannya hanya dua: Tetap menjadi pecundang yang merayap di tanah, atau bangkit menjadi takdir yang menghancurkan langit.
Akan tetapi, setiap kekuatan punya harga, dan setiap misi punya nyawa sebagai taruhannya.
Di bawah langit yang tak peduli, aku memulai langkah baru. Bukan untuk menjadi pahlawan, tapi untuk memastikan adikku tidak lagi menangis karena lapar.
[ MISI DIMULAI...]