bearev
- Reads 56,599
- Votes 3,482
- Parts 23
"Jangan gugurkan dia, Arumi. Setelah lahir, berikan padaku. Kamu boleh pergi, tapi biarkan anak itu hidup."
Kalimat terakhir Dirga sebelum mereka bercerai menjadi kutukan yang menghantui Arumi selama sisa hidupnya.
Arumi memilih kemewahan kota dan mengabaikan suaminya yang "dibuang" ke desa.
Namun, saat roda berputar dan Dirga kembali ke puncak kejayaannya sebagai Perwira tinggi, Arumi justru hancur dalam penyesalan yang terlambat.
Di ambang kematian, Arumi memohon satu kesempatan. Dia pun terbangun di malam saat surat cerai itu ditandatangani.
Di malam saat janin di rahimnya masih bernapas.
Kali ini, Arumi bersumpah tidak akan melepaskan tangan Dirga. Meski harus hidup di desa terpencil, meski harus menghadapi kebencian keluarga Dirga, dia akan bertahan.
Namun, mampukah Arumi meluluhkan kembali hati suaminya yang sudah terlanjur membeku karena luka yang dia buat sendiri?