Larassinz
Dulu, dunia bagiku adalah sekumpulan tanya-penuh teka-teki yang tak pernah benar-benar terjawab. Aku hanya ingin melihatnya, dunia yang sejak lama kudambakan, meski akhirnya aku mengenalnya bukan lewat mata, melainkan lewat rasa yang diam-diam tumbuh di dalam dada.
Namun ketika penglihatan itu kembali, ketika akhirnya aku mampu melihat dunia dengan utuh, justru dunia yang ingin kulihat... telah lebih dulu pergi.
Kini aku belajar bertahan di antara sisa-sisa yang tertinggal, dan perlahan, dengan hati yang belum sepenuhnya pulih, memberanikan diri menatap dunia seorang diri.