Luna_Stelle
- Reads 498
- Votes 109
- Parts 9
Aku merasuki penjahat terkuat di dunia yang pada akhirnya akan dihabisi secara brutal oleh para protagonis.
Demi perdamaian dunia, aku menerima kematianku sesuai alur cerita asli.
Lima tahun kemudian, aku membuka mata di tubuh yang asing.
'Saatnya menikmati dunia yang damai!'
Aku cuma ingin menjalani kehidupan sederhana sebagai figuran. Tapi kenapa para tokoh utama pria yang membunuhku terus saja mengganggu?
Belum lagi mereka sudah mengetahui identitasku. Sekarang, ada tiga tokoh utama pria yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Setelah kau mati, aku selalu memimpikan hal yang sama. Membakar seluruh benua, bahkan menodai segenggam tanah terakhir dengan darah."
Mantan tunanganku yang dulu memutuskan pertunangan karena mencintai wanita lain, jadi tidak waras dengan cara yang tetap elegan.
"Aku membunuh Dewa...
Dewa terkutuk yang memberi wahyu untuk membunuhmu."
Paus dari Kerajaan Suci yang dulu mencoba membunuhku demi menyelamatkan sang Saint, ikutan gila dengan cara yang suci.
Dan orang yang paling tidak ingin kutemui,
"Kumohon... jangan menghilang lagi, Jella."
Ksatria muliaku yang menjadi pahlawan rakyat setelah membunuhku, juga gila dengan cara yang indah.
Boom!
Saat ia berbisik dengan suara lembut yang membuat bulu kuduk merinding, sebuah gunung di belakangnya terlempar dengan dentuman keras.
"Tunggu... barusan gunung itu terbang?!"
"Dunia yang damai ini tercipta dari kematianmu..."
Saat aku membelalak kaget, ia menutupi mataku dengan telapak tangannya yang besar, lalu berbisik dengan nada lembut namun mengancam,
"Jangan sampai aku menghancurkannya dengan tanganku sendiri."
Sepertinya para tokoh utama pria jadi sedikit aneh setelah kematianku. Bukankah begitu?
Author: 꿀끼
Status: On going