Diratae90's Reading List
2 stories
HYPE BOY by unfinishedus
unfinishedus
  • WpView
    Reads 4,875
  • WpVote
    Votes 440
  • WpPart
    Parts 11
Semua berawal dari hal-hal kecil. Tempat yang sama. Mendengarkan lagu yang sama. Senja ingin percaya semuanya hanya kebetulan. Bahwa dunia memang sesempit itu, dan orang-orang bisa saja bersinggungan tanpa arti apa-apa. Tapi berapa banyak kebetulan yang dibutuhkan sampai sesuatu mulai terasa seperti disengaja? Janendra -anak Hubungan Internasional yang terlalu sering muncul di timeline kampus dan terlalu terbiasa jadi pusat perhatian- bukan tipe orang yang seharusnya masuk ke hidup Senja yang tenang dan sederhana. Namun sejak satu moment dimana mereka berdua malah di gosipkan, semuanya berubah pelan. Dari backgrond foto yang sama, ke lagu-lagu tengah malam yang sering mereka putar, sampai gosip lama yang tiba-tiba kembali dibicarakan. Di antara spekulasi orang-orang, masa lalu yang belum selesai, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, Senja dan Janendra perlahan menyadari satu hal- Kadang, yang paling sulit bukan mencintai seseorang. Tapi mengakui bahwa kita sedang jatuh cinta padanya. Karena mengakui berarti siap kehilangan. Karena setelah itu, tidak ada lagi alasan untuk pura-pura biasa saja.
Klausul Rasa by jurisnoir
jurisnoir
  • WpView
    Reads 1,218
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 21
Di Universitas Indonesia Raya, hukum bukan hanya dipelajari-ia hidup, bernapas, dan terkadang... terasa terlalu manusiawi. Baskara Alaric Wiratama adalah definisi sempurna dari aturan. Tegas, dingin, dan tak tergoyahkan. Baginya, dunia hanya terdiri dari benar dan salah, tanpa ruang untuk abu-abu. Sebagai calon Jaksa, ia percaya satu hal: hukum harus ditegakkan, apa pun yang terjadi. Lalu hadir Aruna Rinjani Lexa. Gadis dengan senyum cerah dan cara berpikir yang tak bisa dimasukkan ke dalam pasal mana pun. Baginya, hukum bukan sekadar aturan-melainkan alat untuk memperjuangkan keadilan yang sering kali tak tertulis. Sebagai calon Pengacara, ia terbiasa melawan sistem, bukan tunduk padanya. Dua dunia yang bertolak belakang. Dua prinsip yang tak pernah sejalan. Seharusnya mereka hanya bertemu sebagai lawan. Namun, satu insiden kecil di hari ospek-sebuah lip balm pink yang jatuh dan sebuah senyuman yang terlalu berani-menjadi awal dari kekacauan yang tak tercantum dalam undang-undang mana pun. Karena ternyata... yang paling sulit diadili bukanlah perkara hukum, melainkan perasaan sendiri. Di antara pasal, argumen, dan ambisi, sebuah "sidang" lain diam-diam dimulai sidang tanpa hakim, tanpa palu, tanpa putusan pasti. Klausul Rasa Ketika cinta menjadi satu-satunya pasal yang tak bisa digugat... bahkan oleh mereka yang paling mengerti hukum.