Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Daftar Bacaan DaffaZulfahmi
2 stories
Book I: The Arcanum of Aalisha [END & TERBIT] by prinsllumiere
prinsllumiere
  • WpView
    Reads 794,263
  • WpVote
    Votes 68,676
  • WpPart
    Parts 84
[Bismillah, berani lo plagiat, gue tunggu hukumannya di akhirat!] BOOK I - TAMAT | TERBIT | CHAPTER MASIH LENGKAP Athinelon, dunia sihir dengan keajaiban dan rahasianya yang tak terduga. Dunia yang terbagi menjadi beberapa benua, wilayah, distrik, dan zero domain. Dunia yang penuh dengan kastil-kastil megah serta kuil para Dewa. Athinelon yang dulunya dikuasai bangsa iblis. Hingga lahirlah 8 Anak Diberkahi Para Dewa yang membebaskan dunia ini dari penderitaan. Kini keturunan mereka dikenal sebagai 8 Majestic Families. Majestic Families yang begitu diagung-agungkan oleh dunia. Athinelon, tanah berdirinya Akademi Eidothea yang menjadi akademi terbaik. Hingga suatu hari, surat undangan dari Akademi Eidothea datang pada Aalisha yang selalu menyembunyikan dirinya dari dunia ini. Aalisha yang dihina sebagai gadis dari kasta bawah yang tak pantas untuk hidup. Aalisha tahu jika menerima undangan Eidothea akan membawa penderitaan dalam hidupnya. Namun, demi mencapai tujuannya, ia secara sadar akan melangkah di atas neraka dengan membawa segala rahasia yang ia miliki serta menyaksikan bagaimana takdirnya yang dituliskan Para Dewa di Athinelon yang sangat hina ini. "Jika mereka ingin api berkobar, niscaya akan kubawa neraka panas ke atas Athinelon ini, agar mereka semua tahu bagaimana rasanya berjalan di atas bara api!" --Aalisha Genre: Fantasy, magic, kingdom, adventure, minor-romance ◇─◇──◇─────◇──◇─◇ Dilarang untuk MEMPLAGIAT SEBAGIAN atau KESELURUHAN dari isi cerita ini! Copyright ©Prins Llumière, 2022 Cover by @a.puri.24
After Class by Kael-ra
Kael-ra
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 17
Dunia tidak pernah berhutang apa pun padanya, Ia hanya lelaki biasa yang menjalani hari-hari seperti kabut pagi. Dirinya ada tapi samar, lewat, tapi tak membekas. Tapi dunia tidak pernah bertanya apakah seseorang sudah siap untuk belajar. Perlahan, tanpa suara, hal-hal kecil mulai berdatangan. Tatapan yang tak berani membalas, senyuman yang terlalu cepat ditundukkan, dan diam-diam ia mulai menyadari bahwa selama ini ia hanya berjalan melewati hidup, bukan menjalaninya. Ini bukan tentang sekedar jatuh cinta. Ini tentang sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa, pelajaran terbesar justru datang dari hal-hal yang paling sederhana. Dan kadang, dari seseorang yang bahkan tak pernah mengucapkan namamu. Hingga dunia memberinya sesuatu yang tak bisa diajarkan oleh sekolah, oleh buku, atau oleh siapa pun.