Owel_97
- Reads 834
- Votes 154
- Parts 4
Dia Aruna
Sejak kecil, Aruna tidak pernah tahu seperti apa rasanya dipilih.
Ia tumbuh di panti asuhan, tanpa kabar orang tua, tanpa kepastian tentang asal-usulnya. Sekolah ia jalani berkat beasiswa. Malam-malamnya ia habiskan bekerja paruh waktu-bukan untuk gaya hidup, tapi untuk membantu ibu panti yang membesarkannya.
Aruna terbiasa mengalah.
Terbiasa berada di belakang.
Terbiasa merasa cukup dengan apa yang ada.
Ketika Elio masuk ke hidupnya sebagai sahabat, itu sudah lebih dari cukup. Dan ketika Arutala datang sebagai kekasih Elio, Aruna tahu batasnya. Ia ikut dalam tawa mereka, duduk di meja yang sama, menjadi "adik" yang tidak pernah mengganggu.
Ia tidak pernah menginginkan Arutala.
Tidak pernah menyimpan rasa.
Hingga satu malam menghancurkan semua garis yang ia jaga.
Dalam mabuk dan kesalahan yang tak disengaja, Arutala memanggil nama yang salah dan Aruna menjadi korban dari cinta yang bukan untuknya.
Kini yang lebih ia takutkan bukan hanya luka itu sendiri, melainkan kemungkinan Elio mengetahui kebenarannya... dan membencinya.
Karena yang paling menyakitkan bagi Aruna bukanlah tidak dicintai, melainkan kehilangan satu-satunya orang yang pernah memilihnya sebagai sahabat.