agnistraya
Kematianku terjadi dua kali. Satu ketika aku melihatnya berpesta-pora di atas tubuh polosku yang bermandikan keringat dan air mata. Dua ketika aku sadar aku tetap harus melanjutkan hidup, meskipun dalam keadaan tertatih-tatih.
Sepenggal kisah ini adalah catatan terlengkap tentang kebangkitanku dari kekalahan mutlak.
*Diambil dari kisah nyata dengan berbagai macam penyesuaian tokoh, latar tempat, dan suasana.