sarahnmbla
- Reads 687
- Votes 314
- Parts 62
Dua dunia yang berbeda, satu frekuensi yang memaksa mereka untuk saling menyadari.
"Bagi dunia, Arsakha Virendra adalah matahari yang menyilaukan. Sebagai leader grup idol papan atas, hidupnya adalah tentang sorot lampu panggung, teriakan jutaan penggemar, dan kesempurnaan yang dipaksakan. Namun di balik kemegahan itu, Arsakha merasa asing dan kesepian. Ia dicintai oleh semua orang, tapi tidak benar-benar "dilihat" oleh siapa pun.
Di sisi lain, Hanasta Kirana hanyalah satu titik kecil di tengah kerumunan. Seorang mahasiswi desain grafis yang bekerja paruh waktu di sebuah kafe kecil. Baginya, Arsakha adalah pemberi warna saat dunianya terasa abu-abu. Hana tahu diri; ia hanyalah seorang penggemar yang hanya bisa menatap Arsakha dari balik layar ponsel atau papan iklan raksasa.
Semuanya berubah setelah sebuah sesi fan meeting. Sebuah tatapan tulus dari Hana dan pesan rahasia yang tertulis di halaman album menjadi awal dari resonansi yang tak terduga. Takdir kemudian membawa Arsakha "melarikan diri" ke kafe tempat Hana bekerja. Di sana, di antara aroma kopi dan meja sudut nomor tujuh, Arsakha bukan lagi seorang superstar, dan Hana bukan lagi sekadar penggemar.
Namun, mampukah sebuah perasaan bertahan ketika cahaya lampu sorot mulai mengejar mereka? Saat skandal pecah dan karier sang bintang dipertaruhkan, apakah Arsakha akan tetap "menyadari" keberadaan Hana, ataukah ia akan kembali menjadi matahari yang tak tergapai?
Sebuah kisah tentang kejujuran, pelarian, dan bagaimana rasanya benar-benar diperhatikan