mochiwzayy
- Reads 3,911
- Votes 263
- Parts 14
Bagi mereka, kehadiranku adalah kegelapan. Maka, biarkan aku padam agar mereka menemukan terang.
Gevan tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Namun, sejak tangisan pertamanya di dunia, ia sudah dicap sebagai pembawa sial. Di rumah yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung, Gevan justru hidup bagai hantu-dikucilkan, diabaikan, dan dianggap tidak pernah ada oleh Ayah dan Bundanya.
Penderitaan Gevan kian sempurna karena kehadiran Arka, abang kandungnya. Di depan orang tua mereka, Arka adalah anak emas yang sempurna. Namun di balik layar, Arka adalah sosok provokator kejam yang tak pernah absen menanamkan kebencian di hati Ayah dan Bunda, memastikan Gevan tetap berada di titik terendah.
Bertahun-tahun Gevan bertahan dalam badai perselisihan, mencoba menyalakan harapan kecil di hatinya bahwa suatu hari, ia akan dipeluk sebagai seorang anak dan adik. Namun, ketika lenteranya kian meredup dan penderitaan itu tak lagi mampu ia sangga, Gevan memilih menyerah pada takdir. Ia memilih pergi menjemput maut demi menghentikan semua rasa sakit.
Saat lentera itu benar-benar padam, menyisakan kegelapan abadi, penyesalan terbesar justru baru dimulai bagi Ayah, Bunda, dan Arka. Namun, apakah tangisan darah mereka bisa memutar kembali waktu dan menghidupkan kembali jiwa yang telah mereka hancurkan?