mochiwzayy's Reading List
3 stories
Terpikat Mas Jawa.  by dreamniel_06
dreamniel_06
  • WpView
    Reads 3,734
  • WpVote
    Votes 323
  • WpPart
    Parts 4
Aruna Mahendra adalah definisi sempurna dari "tuan muda" yang manja, angkuh, dan tak tersentuh. Terbiasa dengan kemewahan penthouse Jakarta dan fasilitas tanpa batas, dunianya runtuh saat sang ayah mengantarkan nya ke Desa Sekar Langit. Misinya sederhana namun mustahil bagi Aruna: hidup di desa terpencil, mengurus perkebunan warisan kakeknya, dan belajar menghargai hidup di atas tanah yang selama ini ia anggap "bau lumpur". Namun, sambutan pertama di desa itu tidak datang dari seorang asisten tua, melainkan dari Karel Jatmiko. Karel adalah pemuda desa dengan kulit kecokelatan yang eksotis, otot kencang hasil bekerja di ladang, dan tutur kata Jawa yang halus namun penuh wibawa. Di mata Aruna, Karel hanyalah "asisten" yang bisa diperintah sesuka hati. Namun di mata Karel, Aruna adalah pemuda kota galak yang sangat narsis-sekaligus calon "istri" yang sudah dijanjikan untuknya melalui sebuah rahasia keluarga lama. Di tengah hamparan sawah yang hijau dan udara pegunungan yang dingin, Aruna harus menghadapi kenyataan bahwa kemeja desainernya tidak berguna di sini. Saat keangkuhannya perlahan terkikis oleh kesabaran Karel, Aruna mulai menyadari bahwa mungkin yang ia butuhkan bukanlah hiruk-pikuk Jakarta, melainkan pelukan hangat dari pria desa yang selama ini ia remehkan. ⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING! ⚠ - B×B. - BL lokal. - Mpreg. - typo bertebaran.
Lentera Yang Padam by mochiwzayy
mochiwzayy
  • WpView
    Reads 3,911
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 14
Bagi mereka, kehadiranku adalah kegelapan. Maka, biarkan aku padam agar mereka menemukan terang. Gevan tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Namun, sejak tangisan pertamanya di dunia, ia sudah dicap sebagai pembawa sial. Di rumah yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung, Gevan justru hidup bagai hantu-dikucilkan, diabaikan, dan dianggap tidak pernah ada oleh Ayah dan Bundanya. Penderitaan Gevan kian sempurna karena kehadiran Arka, abang kandungnya. Di depan orang tua mereka, Arka adalah anak emas yang sempurna. Namun di balik layar, Arka adalah sosok provokator kejam yang tak pernah absen menanamkan kebencian di hati Ayah dan Bunda, memastikan Gevan tetap berada di titik terendah. Bertahun-tahun Gevan bertahan dalam badai perselisihan, mencoba menyalakan harapan kecil di hatinya bahwa suatu hari, ia akan dipeluk sebagai seorang anak dan adik. Namun, ketika lenteranya kian meredup dan penderitaan itu tak lagi mampu ia sangga, Gevan memilih menyerah pada takdir. Ia memilih pergi menjemput maut demi menghentikan semua rasa sakit. Saat lentera itu benar-benar padam, menyisakan kegelapan abadi, penyesalan terbesar justru baru dimulai bagi Ayah, Bunda, dan Arka. Namun, apakah tangisan darah mereka bisa memutar kembali waktu dan menghidupkan kembali jiwa yang telah mereka hancurkan?
Abang, Aku Menyerah... by mochiwzayy
mochiwzayy
  • WpView
    Reads 16,783
  • WpVote
    Votes 488
  • WpPart
    Parts 27
"Bang Aska, kalau lahirnya aku ke dunia ini adalah kesalahan besar buat Abang, sekarang aku kembalikan napas ini ke Tuhan." Sepanjang hidupnya, Rayhan-atau yang hanya bisa pasrah dipanggil Eyan-tidak pernah tahu bagaimana rasanya dipeluk hangat oleh keluarga. Bagi Ayah dan Bunda, Eyan adalah pembawa sial, titik hitam yang mencoreng nama baik mereka. Ia dikucilkan, dianggap asing, dan diperlakukan lebih rendah dari seorang pelayan di rumahnya sendiri. Namun, luka paling dalam justru ditorehkan oleh Bagaskara. Aska, abang kandung yang seharusnya menjadi pelindung, justru menjelma menjadi iblis pembuat provokasi. Di depan Ayah dan Bunda, Aska selalu memasang topeng anak berbakti sambil menjatuhkan Eyan lewat fitnah dan jebakan kejam. Baginya, melihat Eyan menderita adalah sebuah kepuasan. Eyan mencoba bertahan. Ia menelan semua makian, memeluk luka fisiknya sendirian, dan terus mengemis sedikit saja waktu untuk didengar. Hingga pada suatu malam, di batas akhir kekuatannya yang telah hancur lebur, Eyan menatap Aska untuk terakhir kalinya dengan senyum paling lelah. Napas itu berhenti. Eyan benar-benar menyerah pada takdirnya. Ketika tubuh ringkih itu terbujur kaku, benteng ego Ayah, Bunda, dan Aska runtuh seketika. Penyesalan yang teramat terlambat datang menghantam, menyisakan tangis histeris di atas pusara anak yang selama ini mereka sia-siakan.