Boboiboy🌌
2 stories
YOU ARE NOT HIM!!-ANGST GEMPA by liung_sopan
liung_sopan
  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
"kamu tidak seperti dia, gem!" "kau yakin? dia mirip dengan mu?? " "kau tidak pantas menjadi elemen tuan, gempa!! " "kakak kecewa, gem.. " "kau bukan kakak ku!! " ya, setiap hari gempa dihina terus - menerus oleh saudara elementalnya sendiri. karena gempa merasa dirinya mirip dengan sang tuan yang membuat dirinya dihina, apa lagi setelah dirinya melakukan kesalahan fatal. yang membuat semua saudara elementalnya semakin membenci dirinya, tetapi ada satu saudara elementalnya yang tidak membenci dirinya. ia adalah sang bungsu.. "aku akan membantu kakak untuk menjelaskan" "tapi bagaimana cara nya, solar...? " "ini... siapa? " "aku juga gak tau" WARNING!!! -blood/darah -kekerasan -kata - kata kasar -penghinaan -kematian auth muncul dengan cerita nya yang baru nih UwU. Btw yang nge fans ama gempa, kasian deh ayangnya dihina+disiksa wkwk Kalo ceritanya jelek tolong maklumin ya, masih pemula:)
𝐁𝐋𝐔𝐄 𝐋𝐈𝐋𝐘-𝐆𝐄𝐌𝐏𝐀 𝐗 𝐘𝐎𝐔 [𝗖𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝘁𝗲] by Naura_Lavendula
Naura_Lavendula
  • WpView
    Reads 2,643
  • WpVote
    Votes 418
  • WpPart
    Parts 20
BOOK INI SUDAH BERGANTI PENULIS "Aku masuk Islam bukan karena cinta di antara sesama kita, seperti apa yang kamu rasakan padaku," ujar sang gadis berdarah Belanda-Indonesia dengan mata bergetar menahan rasa. Tapi takdir telah menenun jalan yang tak disangka-jalan menuju cahaya, bukan sekadar karena getaran hati. Di perkampungan Sungai Ujung pada tahun 70-an, pertemuan antara [Name] van Hassel, seorang gadis remaja dari keluarga bangsawan campuran Belanda-Indonesia, dengan Gempa Alamsyah, pemuda terpandang yang taat dan bijak, menjadi titik mula dari pergolakan batin yang tak biasa. [Name], yang sejak kecil hidup dalam limpahan duniawi, justru merasa hampa dalam rohnya. Dan pada suatu siang di tepi sungai, saat seekor kucing mati menjadi saksi, keduanya dipertemukan oleh takdir yang sederhana tapi mendalam. Ia bukan jatuh cinta karena pujian atau perhatian-melainkan karena ketenangan Gempa yang mengakar dalam iman. Dan saat keraguan menggelayuti niatnya menjadi seorang muslimah, Gempa pun berkata lembut: "Tapi kamu butuh seorang kekasih untuk membimbing engkau ke surga, maka aku bersedia menjadi pembimbingmu. Kecintaanku." Sebuah kisah tentang keyakinan, pencarian makna, dan cinta yang tidak mendahului iman, namun tumbuh bersamanya-seperti bunga di tepi sungai yang mengalir perlahan, disiram hujan dari langit yang satu.