jake
1 story
Manunggaling Yaksa | Jake by rianaaijh
rianaaijh
  • WpView
    Reads 11,586
  • WpVote
    Votes 1,000
  • WpPart
    Parts 12
Tahun 1966 menjadi tonggak peluncuran Surat Perintah Sebelas Maret-Supersemar, yang diyakini untuk memulihkan keamanan dan stabilitas negara. Malapetaka tak hanya menjejak di pusat pemerintahan. Desa terpencil yang ditutupi oleh hutan belantara terjamah gerombolan bangsa Eropa. Faksi gelap yang menjadi buah bibir mulai tampak nyata saat kepemimpinan Sjak van Hout menguasai tanah Gunung Lawu, Karanganyar. Seluruh warga menjadi budak mereka. Kebengisan terjadi. Tidak ada pemberontakan dari warga lokal akibat kebodohan yang tertanam. Desa terisolir oleh penjagaan militer. Namun peristiwa pahit itu tidak mudah diterima oleh Kesara, perempuan muda pembawa keberuntungan desa. Ia menantang pemimpin tertinggi untuk mengakhiri kesengsaraan. Akan tetapi, elok fisik dan mental Kesara membuat Sjak van Hout mengunci pandangan. Ia mengultimatum tegas kepemilikan pada prawan tersebut. "Keraton mana yang mengutusmu, Nona?" Kecurigaan Sjaak van Hout perlahan-lahan membuat Kesara bergerak sempit. Ia tidak bisa leluasa menyalurkan informasi pada leluhurnya di wana paling suci. Tugas yang harus selesai sebelum berusia genap selawe di desa itu kian diawasi. Ketegangan, keteguhan, dan kecintaan tak luput menyelimutinya. Kesara yakin bahwa manunggaling yaksa menjadi kunci penyelesaian masalah. Ikatan batin sebagai perpanjangan tangan dari Tuhan wajib dilakukan.