lynxy_nesz
Gin selalu diajarkan untuk mengerti.
Sebagai anak tengah, ia harus mengalah. Harus memahami keadaan. Harus menjadi kakak untuk adiknya saat dirinya sendiri masih terlalu kecil untuk mengerti dunia.
Lalu suatu malam, rumah mereka terbakar.
Kebakaran itu merenggut kedua orang tua mereka sekaligus meninggalkan empat anak dengan luka yang berbeda-beda.
Souta menangis ketakutan.
Harris memendam amarah.
Arion menyimpan kecewa.
Dan Gin... hanya diam.
Sejak hari itu, semua orang mengira Gin tidak peduli. Tidak sedih. Tidak hancur.
Padahal kenyataannya,
Gin hanya tidak pernah diajarkan cara menangis.