senilam
- Reads 726
- Votes 96
- Parts 14
"Jangan pernah membuat antagonis yang terlalu cerdas, atau dia akan menemukanmu." Aylin melanggar aturan emas literasi tersebut. Terjerembab ke masa kolonial Hindia Belanda, ia mendapati semesta novelnya hidup, bernapas, dan menuntut balas atas semua tragedi yang ia ketik dengan kejam. Kini, tokoh-tokoh yang harusnya tunduk pada outline cerita malah berbalik memburunya layaknya pemangsa kelaparan.
Di tengah pengkhianatan politik yang makin ngadi-ngadi dan peluru yang mendesing di udara, sang penulis tak punya pilihan selain ikut bermain kotor. Ia harus menggunakan otak liciknya untuk memanipulasi sang algojo demi bertahan hidup, atau membiarkan sejarah fiksi menghapus keberadaannya selamanya.
~Cerita ini mengandung Tawa Haru yang membuatmu Lupa Waktu'