jesyoktavi
- Reads 457
- Votes 103
- Parts 26
Di bawah gemerlap lampu kota yang keras dan dingin, nama Pooh Krittin adalah sebuah kutukan sekaligus hukum yang tak tertulis. Sebagai ketua dari "Ares", geng motor terbesar dan paling ditakuti di seluruh penjuru kota, Pooh dikenal sebagai sosok yang kejam, dingin, dan tak tersentuh. Dengan tato yang menghiasi lengan kekarnya, tatapan mata sehitam elang, dan raungan mesin motor sport-nya, ia adalah definisi dari bahaya berjalan. Baginya, dunia hanya mengenal dua hal: kekuasaan dan kepatuhan. Tidak ada ruang untuk kelemahan, apalagi cinta.
Namun, garis takdir memang suka bercanda. Di sudut kota yang lain, hiduplah Pavel, atau yang akrab dipanggil El. Pemuda itu adalah anomali di tengah kerasnya kota-ia polos, memiliki paras yang sangat cantik, manis, dan senyuman yang bisa melelehkan es terkeras sekalipun. El bekerja di sebuah toko bunga kecil milik bibinya, menghabiskan hari-hari dengan aroma mawar dan melati, jauh dari dunia malam yang kelam.
Pertemuan mereka terjadi di satu malam yang basah oleh hujan. Pooh, yang terluka setelah disergap oleh geng musuh, ambruk di gang sempit tepat di samping toko bunga tempat El bekerja. Bukannya melarikan diri ketakutan seperti orang kebanyakan, El yang polos justru menyeret tubuh besar Pooh ke dalam toko, mengobati lukanya dengan jemari yang gemetar namun penuh kelembutan.
Sejak malam itu, sang serigala kota yang liar mendadak menemukan poros barunya. Pooh yang terbiasa ditakuti, justru terpaku pada El yang memperlakukannya seperti manusia biasa-bukan sebagai ketua geng yang kejam. Sementara El, perlahan-lahan menyadari bahwa di balik jaket kulit hitam yang tebal dan reputasi mengerikan itu, ada jiwa kesepian yang butuh dilindungi.Ini adalah kisah tentang bagaimana kelembutan yang paling murni mampu menjinakkan kegelapan yang paling pekat.