kukuriich
- Reads 1,424
- Votes 70
- Parts 26
⚠️This story will be sensitive because it contains a strong religious backstory!! if you don't like it, you can skip it.. Thank you.
"Romo.. if I like a man, can I still go to heaven?" -Jehan
Jehan adalah definisi dari kesempurnaan seorang calon imam. Hidupnya adalah garis lurus yang membentang antara asrama, sekolah, dan altar. Baginya, mencintai Tuhan adalah satu-satunya tujuan hidup, sampai ia bertemu dengan Ranaka, remaja penuh luka yang menganggap agama hanyalah sekadar dongeng pengantar tidur dan Tuhan adalah entitas yang membuangnya.
"If God doesn't want us to love each other, then what's the point of having God in this world?" -Ranaka
Pertemuan mereka bermula di koridor sekolah yang dingin, di mana aroma dupa gereja bersinggungan dengan asap rokok yang menyesakkan. Jehan merasa terpanggil untuk "menyelamatkan" Ranaka dari kegelapannya, tanpa menyadari bahwa ia sendiri perlahan terseret ke dalam badai perasaan yang tak seharusnya ada.
Di bawah bayang-bayang salib dan kerlip lilin kapel, rahasia mulai tumbuh. Jehan terjepit di antara pengabdian suci yang ia janjikan seumur hidup dan keinginan egois untuk menggenggam tangan laki-laki yang membuatnya merasa lebih "hidup" daripada doa mana pun.
Ini bukan hanya tentang cinta yang terlarang, tapi tentang pencarian makna kasih yang sesungguhnya. Apakah mencintai manusia adalah bentuk pengkhianatan kepada Sang Pencipta? atau justru jalan tersembunyi untuk memahami-Nya lebih dalam.
"Is there a place for them in this world?"
Pada akhirnya, mereka harus memilih antara melintasi batas dan hancur bersama, atau melepaskan satu sama lain demi sebuah keselamatan yang pahit. Karena terkadang, cara terbaik untuk mencintai seseorang adalah dengan meninggalkannya di tangan Tuhan.