ABCDEFGHIJKLMNiken
- Reads 1,432
- Votes 39
- Parts 34
Dulu, dadaku adalah tempat paling damai. Namun kini, segalanya telah berubah menjadi labirin rasa yang dingin dan menyiksa. Aku tersesat di antara puing-puing diriku sendiri yang patah tanpa suara. Kulitku memang tidak berdarah, tapi di dalam sini, di balik tulang rusukku, ada sesuatu yang remuk berkali-kali setiap kali ingatan itu lewat. Aku tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan luka yang arahnya tidak pasti, sebab ke mana pun aku berlari untuk sembuh, ujung jalan buntu itu selalu mempertemukanku dengan rasa sakit yang sama.