cachakuu
Menurut Awan, sahabat tidak selalu berbentuk manusia. Sesuatu berkaki dua, berkaki empat, berkaki seribu, bahkan yang hanya memiliki ekor pun bisa menjadi sahabat.
Langit, kuda bersurai coklat, adalah salah satu yang Awan anggap lebih dari sekadar sahabat setelah ayam, kambing, ikan, dan bebek peliharaannya.
Namun kehidupan menyenangkan itu perlahan terusik ketika seorang gadis dengan kuda putih muncul di lintasan balap.
"Celaka! Posisi kita bisa tergeser, Langit," desis Awan saat sosok itu meluncur mendahului.
Sorak sorai penonton memecah udara ketika Awan dan Langit mulai tertinggal dari posisi pertama.
"Berani-beraninya dia merebut posisi kita. Ayo, Langit! Kita rebut kembali! YAAA!"
Semakin sering mereka bertemu, persaingan itu berubah menjadi kedekatan yang tak disangka. Rival baru di lintasan itu perlahan mengusik pikirannya.