Raine_Noir
- Reads 711
- Votes 104
- Parts 28
Ketika jiwa tidak pernah benar-benar mati.
Waktu menari sambil menyulam takdir, memeluk derita hingga nama dan wajah berganti berulang kali.
Mereka bertemu dalam banyak cinta, duka, dan suka yang tak pernah tuntas.
Seseorang memilih mati, yang lain saling menyakiti, sisanya berlari dari hati.
Jika kehidupan tidak memberi izin, apakah dua jiwa masih boleh saling memeluk?