NorthOtto fanfic
7 stories
[Hoàn] NorthOtto | Con đường trap boy bị phá hủy rồi by not_yournoon
not_yournoon
  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
Vậy là con đường trap boy của tôi bị hủy ở đây rồi saoooooo *Tác phẩm được tạo ra bởi trí tưởng tượng của tác giả, vui lòng không áp dụng vào người thật*
Until We Call It Home by chvre_
chvre_
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
Tentang keluarga kecil NorthOtto
>>¿Casualidad o Destino?>> by Amairany_356R
Amairany_356R
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
Otto es un chico en lo cual decide seguir estudiando la universidad para convertirse en un diseñador de moda famoso para apoyar a su familia económicamente,su primer día de clases por accidente tropieza con un chico en el cual se llama North. Desde esa dia algo entre los dos cambio entre ellos,sin saber que por ese "Accidente" los llevaria a enamorarse.
when rivals learn to breath by hallyuhunter65
hallyuhunter65
  • WpView
    Reads 1,538
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
In a college divided by rivalry, Business and Law have never agreed on anything - especially not music. North, Business faculty's golden boy, owns every stage he steps on. Confident. Charismatic. Untouchable. Otto, Law faculty's perfectionist, keeps his walls high and his emotions higher. Cold. Controlled. Unreachable. When their rival music clubs are forced to collaborate for the biggest competition of the year, tension ignites instantly. Arguments turn personal. Pride turns sharp. And somewhere between late-night rehearsals and quiet, unguarded moments, something dangerous begins to grow. Otto falls first. North falls harder. But love is never that simple. Because Phupha - steady, patient, and always by Otto's side - has loved him far longer than anyone realizes. Now rivalry isn't the only thing pulling them apart. Between past scars, unspoken feelings, and a heart caught between two very different kinds of love, Otto must decide: Is safety enough? Or is he brave enough to choose the one who makes him breathe again?
ECHOES OF THE DRUM   [ NORTHOTTO ]  by perf_chapr
perf_chapr
  • WpView
    Reads 1,138
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 27
Ada orang yang pulang ke rumah. Dan ada orang yang pulang ke satu tempat supaya tidak perlu memikirkan rumah. Bagi North, tempat itu adalah aula latihan. Di sana, suara drum lebih mudah dipahami daripada kata kata. Gerakan lebih jujur daripada perasaan. Dan selama ia terus bergerak, tidak ada yang perlu ia hadapi. Ia tidak banyak bicara. Tidak terlalu dekat dengan siapa pun. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak tahu bagaimana caranya. Semua terasa cukup selama ia bisa tetap berada di dalam ritme yang sama. Sampai suatu hari, seseorang datang. Tidak terlalu hebat. Tidak terlalu rapi. Sering salah. Sering berisik. Dan... terlalu mudah tersenyum. Seseorang yang tidak mengerti kapan harus berhenti. Dan tidak pergi meskipun tidak diminta untuk tinggal. North tidak tahu bahwa kehadiran itu akan mengubah banyak hal. Pelan. Tanpa suara dan Tanpa peringatan. Seperti satu pukulan drum pertama yang terdengar sederhana, tapi cukup untuk memulai segalanya.
Harven Property || Northotto by dawzeunaff_
dawzeunaff_
  • WpView
    Reads 2,177
  • WpVote
    Votes 210
  • WpPart
    Parts 42
akash, si anak konglo yang baru belajar motor setelah 17 tahun dia hidup, malah ngga sengaja nabrak harven, mahasiswa semester 2 yang lagi buru buru banget berangkat ke kampus. Niat awal nya, harven mau marah, tapi ngeliat panik nya akash. harven si gengsi, nyari cara dengan perpanjangan urusan nya sama akash, biar bisa lebih deket sama dia. start: may 1 2026 end:
Veil of Chill - Northotto fanfic by atarashiyuu
atarashiyuu
  • WpView
    Reads 600
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 13
Otto hidup dengan dua wajah. Siang hari, ia adalah cahaya. Langkahnya ringan, senyumnya utuh, suaranya menenangkan siapa pun yang mendengarnya. la memastikan dunia di sekitarnya tetap terang, menyembunyikan semua retak di balik mata yang selalu terlihat baik-baik saja. Malam hari, cahaya itu padam. la hanya seorang lelaki yang duduk dalam sunyi, menggenggam tangan dingin yang tak pernah membalas, merawat harapan yang perlahan habis. Air matanya hanya jatuh saat tak ada yang melihat. la menjalani keduanya sendirian. Terlalu mahir berpura-pura hingga lupa rasanya ditanya, "Kamu nggak apa-apa?" Lalu North datang. Tidak mendobrak, tidak menghakimi. la masuk pelan-pelan-dengan canda yang hangat, diam yang tidak menuntut, dan keberadaan yang berkata, "Kamu boleh rapuh di depanku." Dan untuk pertama kalinya, Otto tidak harus memilih. la bisa jadi dirinya yang siang, dirinya yang malam, dan tetap digenggam sama eratnya. -NorthOtto-