Daftar Bacaan cheseecakse
3 stories
Book II: The Arcanum of Aalisha [END] by prinsllumiere
prinsllumiere
  • WpView
    Reads 354,471
  • WpVote
    Votes 32,662
  • WpPart
    Parts 65
[Bismillah! Lo plagiat, gue tunggu hukumannya di akhirat!] BOOK II - Tamat Sebelum memasuki tahun keduanya di Akademi Eidothea dengan identitas aslinya, bukanlah hal yang mudah bagi Aalisha. Dia memang tidak ditindas lagi dan semua orang menghormatinya, tetapi bukan berarti takdir tak berhenti menyiksanya bahkan lebih sadis, sangat sadis! Pernahkah Aalisha bahagia? Ya, kini ia punya binatang peliharaan baru yang dapat terbang. Namun, bahagianya hanya sesaat karena ketika takdir membawanya terlibat dengan Sihir Kuno dan tersesat di Kastil Sihir misterius maka dimulailah berbagai macam teror yang mengancam nyawa Aalisha dan kawan-kawannya, seperti hampir gila karena bermain petak umpet, bertemu monster purba, iblis tingkat tinggi, makhluk mitologi dengan empat wajah, hingga kutukan yang hendak meruntuhkan Eidothea! Sungguh mengapa Aalisha bersusah payah menghentikan semua bencana itu? Jangan bilang, dia mulai menggunakan hatinya atau ada alasan lain di balik semua tindakannya? Mampukah pula ia mengubah takdir lagi karena ramalan berkata: "Ada kematian yang sudah tertuliskan untuk seseorang!" Kematian siapa? Kawan-kawannya atau mungkin saja ... Aalisha sendiri. "Oh Dewa, kapan hidupku bisa tenang!" - Aalisha yang frustrasi Genre: Fantasy, academy, magic, kingdom, adventure, minor-romance ◇─◇──◇─────◇──◇─◇ Dilarang untuk MEMPLAGIAT SEBAGIAN atau KESELURUHAN dari isi cerita ini! Copyright ©Prins Llumière, 2023 Cover by @_hashu4
Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7 by veglia
veglia
  • WpView
    Reads 33,001
  • WpVote
    Votes 6,100
  • WpPart
    Parts 10
Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."