mee
2 stories
Laksana Angin Bagaikan Hujan by SkiaLingga
SkiaLingga
  • WpView
    Reads 592,843
  • WpVote
    Votes 77,561
  • WpPart
    Parts 57
Sebagai gadis malas yang lebih suka duduk bahkan jika disuruh berdiri, Serayu merasa aturan wanita bangsawan tidak cocok untuknya. Karena itu, ketika Maharaja menjodohkannya dengan seorang ajipati, haruskah Serayu bertindak sebagai wanita yang sesuai dengan keluarga kerajaan atau tetap menjadi dirinya sendiri? * * * Seorang gadis bangsawan dituntut menjadi cantik, berbakat dan berbudi luhur. Mereka juga harus mengikuti 3 aturan wajib seorang wanita sebelum dikatakan sempurna, yaitu; patuh pada ayah saat gadis, tunduk pada suami sebagai istri, dan mengikuti putra ketika menjanda. Jadi, seorang wanita bangsawan yang baik harus menurut saat dinikahkan oleh orang tuanya, rela ketika suaminya mengambil selir, dan mendukung putranya bahkan jika menantunya menderita. Serayu merasa itu semua tidak masuk akal. Jika pria bisa mengambil selir, kenapa wanita tidak dibolehkan melakukan hal yang sama? Jika pria bisa menikah lagi setelah istrinya meninggal, kenapa wanita harus tetap menjanda? Karenanya, Serayu memutuskan tidak akan menikah, lebih baik memelihara beberapa pria tampan dan hidup nyaman selamanya. Namun, Maharaja tiba-tiba menurunkan dekrit untuk menikahkan Serayu dengan salah satu keponakannya. Hal ini tidak hanya merusak rencana indah Serayu, tapi juga menyeretnya ke dalam perkara perebutan takhta antara pewaris. Dikatakan pernikahan di antara bangsawan adalah masalah kepentingan, dan tidak ada ketulusan dalam keluarga kerajaan, jadi saat dua insan dipersatukan secara paksa, semua orang mengira bahwa kehidupan pernikahan mereka tidak akan bahagia. Gadis malas yang suka berpura-pura bertemu dengan pria yang kerap memakai topeng―siapa yang akan pertama mengalah? Terutama saat Serayu menyadari bahwa suaminya yang 'baik' ternyata memiliki ambisi tinggi, haruskah dia mendukung atau menghentikannya? #Fiksi Sejarah-Romansa-Drama *** Dilarang untuk MENGCOPY/MENGAMBIL SEBAGIAN atau SELURUH isi cerita ini. Copyright©2024 Cover : Pinterest SKIA LINGGA
Wojosari to Keraton by l1tt1ebear
l1tt1ebear
  • WpView
    Reads 27,392
  • WpVote
    Votes 2,140
  • WpPart
    Parts 24
Haeca Rasyana (Eca) hanyalah seorang gadis desa dari Wojosari yang memilih pulang kampung setelah merasa tak cukup "modern" untuk standar pria di Jakarta. Ia hanya ingin ketenangan, merawat bunga matahari, dan membantu bisnis butik sang Bunda. Namun, takdir justru mengetuk gerbang kayunya dalam wujud Marvin Putra Kertosonowijaya. Marvin adalah definisi pangeran di dunia nyata-seorang bangsawan dari Keraton Kertosonowijaya yang kaku, berwibawa, dan sangat menjunjung tinggi tata krama. Pertemuan singkat mereka di sebuah pernikahan mengubah segalanya. Marvin tak hanya datang membawa restu keluarga ningratnya, tapi juga membawa janji bahwa cinta tak pernah memandang kasta. Namun, kehidupan di balik tembok Keraton yang megah ternyata tak hanya berisi romansa puitis. Kebahagiaan mereka semakin lengkap-sekaligus kacau-dengan kehadiran Raden Mas Abimayu Kertosonowijaya. Raden adalah "Bocah Kematian" kesayangan Keraton. Di depan Ibunya, ia adalah malaikat kecil bertutur kata halus yang sanggup meluluhkan hati siapa pun. Namun, di depan Ayahnya, Raden adalah rival kecil yang siap merebut perhatian Eca dengan segala tingkah jahilnya. Mampukah Marvin mempertahankan otoritasnya sebagai kepala keluarga saat ia harus bersaing dengan darah dagingnya sendiri yang sangat pintar merayu dan manipulatif? Dan bagaimanakah Eca menyeimbangkan perannya sebagai Nyai Keraton sekaligus Ibu dari pangeran kecil yang sangat ajaib? "Di Keraton ini, aku adalah penguasa. Tapi di hadapanmu, Eca... aku hanyalah pria yang selalu kalah telat dari bocah kecil itu untuk mendapatkan pelukanmu." - Marvin.