0raether_
Di balik senyum dan prestasinya, ia hidup seperti boneka yang digerakkan oleh tangan orang lain. Setiap langkahnya ditentukan oleh harapan, tuntutan, dan standar yang tak pernah benar-benar ia pilih sendiri. Ia dipaksa menjadi sempurna, kuat, dan selalu berhasil, bahkan ketika dirinya perlahan hancur dalam diam.
Bagaimana cara dirinya untuk tetap berdiri tanpa menyuarakan pertentangan? Akankah ia bertahan? Atau perlahan membunuh jiwa tanpa rasa yang tersisa?