AriaZenith21
- Reads 1,712
- Votes 184
- Parts 13
[Bromance, Mitologi Yunani, protagonis pria, Pseudo-incest, bukan BL, hanya ketegangan seksual]
***
Di puncak tertinggi Hyperborea yang terisolasi dari dunia luar, hidup dua dewa musim dingin: Boreas, sang Dewa Angin dan Badai yang mengamuk liar, serta Khione, Dewa Salju dan Es yang keindahannya dapat membawa kematian instan bagi makhluk fana.
***
Bagi Khione, keabadian adalah kutukan kesepian. Apa pun yang disentuhnya akan membeku menjadi es abadi. Hanya Boreas-sang angin dingin dari utara-satu-satunya makhluk di alam semesta yang kebal terhadap kutukan itu. Keistimewaan ini membuat mereka hidup dalam kedamaian yang sunyi dan intim selama ribuan tahun. Di atas takhta es yang tersembunyi dari peradaban, mereka saling mengisi kekosongan abadi. Khione akan selalu bersandar manja di dada bidang saudaranya, sementara Boreas dengan telaten menyisir rambut perak Khione yang luar biasa panjang dan indah.
***
Namun, kedamaian istana es mereka mulai terusik ketika Khione diam-diam terpikat pada konsep kehangatan dunia manusia di selatan. Bagi Boreas, ketertarikan adiknya adalah ancaman fatal yang bisa melelehkan eksistensi Khione. Demi mencegah hal itu terjadi, insting predator primitif Boreas pun bangkit; dia siap mengurung Khione dalam sarang terdalamnya, merantai kebebasannya dengan belenggu es abadi, dan mengirimkan badai paling mematikan untuk membinasakan siapa saja yang berani mendekati adiknya.
***
Di sisi lain, Khione terjebak dalam dilema yang menyiksa. Dia ketakutan setengah mati menghadapi amukan mengerikan sang kakak, namun di saat yang sama, jantung esnya terus berdegup gila setiap kali menerima sentuhan dominan dan tanda kepemilikan yang ditanamkan Boreas di kulit pucatnya.
***
Di tengah keheningan salju yang mencekam, batas antara cinta persaudaraan yang protektif dan obsesi seksual yang mengurung, manakah yang akan bertahan: kehangatan dunia luar yang mendebarkan, atau dekapan dingin dari sang kakak yang menuntut kesetiaan abadi?.