SAMBEL_TERASI_
Selama ribuan tahun, manusia mengira Atlantis telah lenyap dari dunia. Mereka salah.
Jauh di bawah permukaan laut, tujuh kerajaan keturunan Atlantis masih hidup dalam peradaban yang jauh melampaui teknologi manusia. Namun keseimbangan mereka mulai runtuh ketika Raja Kaelith Voryndra Thalorien, penguasa Atlantis, memutuskan bahwa dunia bawah laut tidak akan pernah aman selama manusia terus merusak lautan.
Ia bertekad menyatukan kerajaan-kerajaan laut dan membawa perang ke permukaan.
Di tengah ancaman tersebut, muncul seorang pria yang seharusnya tidak pernah kembali ke Atlantis.
Erick Valehart hanyalah seorang penyelamat laut dari California. Ia tidak pernah menginginkan mahkota, tidak peduli pada politik kerajaan, dan bahkan membenci Atlantis karena telah merenggut ibunya dari keluarganya. Namun darah yang mengalir dalam tubuhnya menyimpan sebuah rahasia: Erick adalah pewaris sah Atlantis yang telah lama hilang.
Ketika mengetahui bahwa Kaelith berencana melancarkan perang besar yang dapat menghancurkan dunia daratan, Erick terpaksa menghadapi warisan yang selama ini ia tolak. Jika ia ingin menghentikan Kaelith, satu-satunya jalan adalah merebut takhta yang tidak pernah ia inginkan.
Dalam perjalanan itu, Erick bertemu Mirel Vaerys Phocas, seorang pangeran Syngnatha yang ditugaskan menjaga keseimbangan antar kerajaan. Berbeda dari Erick yang bertindak dengan naluri dan keberanian liar, Mirel percaya bahwa perang hanya akan melahirkan perang baru. Di antara keduanya tumbuh sebuah hubungan yang perlahan mengubah cara mereka memandang dunia, bahkan ketika keduanya berdiri di tengah konflik yang dapat menentukan nasib seluruh lautan.
Sementara Kaelith mengumpulkan kerajaan-kerajaan di bawah kekuasaannya, Erick harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pewaris yang hilang.
Karena untuk menghentikan perang, ia harus menjadi raja.
Dan kali ini, laut harus memilih siapa yang benar-benar layak menguasainya.